Menyampaikan Informasi tanpa terdistorsi

Senin, 15 September 2014

Posted by Unknown 14.45.00 1 comment
Pengurus Kemas Info serius mengikuti pertemua.
Simak: Peserta serius mengikuti pertemuan rutin
Kelompok Masyarakat Informasi (KEMAS INFO) BHAKTI PERTIWI Kota Madiun

Madiun- Kelompok Masyarakat Informasi (Kemas Info) Bhakti Pertiwi Kota Madiun, dibentuk pada tanggal 8 Agusutus 2006 berdasarkan hasil musyawarah warga RW. XI Kelurahan Nambangan Kidul kecamatan Manguharjo kota Madiun setelah sebelumnya mendapatkan arahan dari Dinas Informasi dan Komunikasi kota Madiun.
   Kelompok Masyarakat Informasi    ( Kemas Info ) yang disebut juga Kelompok Informasi Masyarakat ( KIM ) adalah kelompok masyarakat yang konsen terhadap informasi dan menjadikan informasi sebagai kebutuhan wajib sehari-hari. 
     Dalam perkembangannya Kemas Info/KIM diakui sebagai lembaga layanan publik yang dibentuk dan dikelola dari, oleh dan untuk masyarakat yang berorientasi pada layanan informasi dan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan kebutuhan.  
   Keanggotaan Kemas Info BHAKTI PERTIWI pada mulanya terdiri dari pengurus RW. XI, pengurus PKK RW. XI, pengurus RT dan PKK RT diwilayah RW. XI serta sesepuh dan tokoh masyarakat diwilayah RW. XI. Saat ini keanggotaannya bertambah dengan bergabungnya karang taruna dan warga masyarakat yang sadar dan memiliki kepeduliaan terhadap informasi untuk pemberdayaan masyarakat.
   Kiprah Kemas Info BHAKTI PERTIWI sejak dibentuk sampai tahun 2009 senantiasa dbawah binaan langsung kepala Dinas Infokom kota Madiun  yang saat itu dipimpin oleh bapak Atmanto, SIP. Seiring dengan dihapusnya dinas Infokom, pembinaan dilakukan oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi ( DISHUBKOMINFO ) kota Madiun dan bergabung sebagai anggota dalam Forum Koordinasi Kehumasan Kota Madiun ( FKKKM )
   Disamping pertemuan rutin yang dilakukan setiap bulan pada tanggal 8 (delapan ), juga mengikuti/menghadiri undangan sosialisasi yang diselenggarakan oleh pemerintah kota Madiun dan kegiatan lain antara lain :
- Tahun 2006 Pelatihan kerajinan monte dari dinas sosial.
- Tahun 2006 Pelatihan pembuatan krupuk puli/lempeng dari dinas perindustrian.
- Tahun 2007 Pelatihan pembuatan kerajinan dari limbah plastik dari DKP.
- Tahun 2007 Mengikuti Musrenbang kota Madiun.
- Tahun 2007 Mengikuti study banding ke Malang bersama KIM se kota Madiun.
- Tahun 2008 Mengikuti Pekan KIM III di Lamongan.
- Tahun 2008 Pelatihan Pengolahan limbah rumah tangga dari dinas Infokom.
- Tahun 2008 Temu wicara dengan Gubernur & Wakil Gubernur Jatim di Surabaya.
- Tahun 2008 Pelatihan budi daya pepaya & pemanfaatan limbah plastik.
- Tahun 2009 Mengikuti Pekan KIM IV di Malang.
- Tahun 2010 Mengikuti Pekan KIM V di Probolinggo
- Tahun 2011 Pelatihan pembuatan tahu & aneka kue dari ampas tahu.
- Tahun 2012 Pelatihan Membatik dari dinas sosial.
- Tahun 2012 Mengikuti lomba kelurahan berhasil tingkat Propinsi dan Nasional.
- Tahun 2013 Pelatihan membuat bunga dari bros dari dinas sosial.
- Tahun 2014 Bimtek jurnalistik, fotografi dan pembuatan blog dari pemerintah kota.
   Dalam perjalanannya, Kemas Info BHAKTI PERTIWI telah berganti 3 (tiga) periode kepengurusan yang masa bakti tiap periode selama 3 (tiga ) tahun yang juga diikuti dengan perubahan struktur pada seksi/bidang karena menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan informasi. Untuk periode 2012-2015 susunan kepengurusannya adalah :
1. Penasehat             : - Drs. Widayat Didat Rachmad, SH
2. Ketua                     : - Noeki Koesoemaningsih.
3. Wakil Ketua            : - Enny Susilowati
4. Sekretaris               : - Suhartatik.
6. Bendahara             : - Dra. Heny Ichtiyarti.
7. Seksi/Bidang         :
    - Pengelolaan Informasi     : Lucia Sulami.
    - Pelayanan & Diseminasi
      Informasi                          : Sugiyanto.
    - Organisasi & SDM           : Deasy Rahajeng.
    - Usaha Ekonomi Kreatif    : Gaguk Suratno.
   Untuk tugas pokok dan fungsi dari masing-masing pengurus, disesuaikan dengan tupoksi sebagaimana tercantum dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang telah disepakati dalam rapat anggota.

Beberapa kegiatan usaha yang dilakukan saat ini telah menjadi kegiatan yang menonjol dalam pemberdayaan masyarakat dilingkungan. kegiatan usaha itu antara lain :
  1. Usaha simpan pinjam tanpa jaminan dengan bunga rendah 1% / bulan.
  2. Home industri pembuatan jajanan/snack dan catering.
  3. Home industri sambel pecel merek mliwis.
  4. Wira usaha jualan ronde, angsle dan bubur ayam.
   Selain kegiatan usaha pemberdayaan masyarakat, juga dilaksanakan kegiatan-kegiatan dibidang keagamaan, kesehatan dan wisata seperti :
Halal bihalal: Salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan
  1. Senam lansia setiap minggu pagi.
  2. Posyandu lansia setiap 1( satu ) bulan sekali.
  3. Wisata keluarga setiap 1 ( satu ) tahun sekali. 
  4. Pengajian rutin setiap minggu sekali, pengajian pada hari2 besar agama & wisata religi.
   Kemas Info BHAKTI PERTIWI mempunyai motto "Menyampaikan informasi tanpa terdistorsi" yang berarti, segala informasi yang didapat dan disampaikan ke masyarakat adalah informasi yang benar, sahih dan akurat yang berasal dari sumber yang bisa dipercaya kebenarannya, sehingga dari informasi yang diterima diharapkan bisa menimbulkan inspirasi bagi masyarakat yang pada akhirnya masyarakat bisa memberdayakan dirinya. ( kangdidat@gmail.com)
 



 
  
  

  

Minggu, 14 September 2014

Posted by Unknown 13.38.00 No comments
Warung Masyarakat Informasi Indonesia ( WARMASIF ) 
sebagai sarana Community Access Point

Madiun-Layanan E-UKM Warmasif adalah suatu model CAP, yang merupakan sebuah tempat / outlet dimana masyarakat yang berada di suatu wilayah dapat melakukan komunikasi, akses informasi global, pemasaran melalui internet, transaksi online dan akses perpustakaan digital.
Warmasif dibentuk berdasarkan kesepakatan kerja sama antara DEPKOMINFO dengan PT.POS INDONESIA dan Ditjen Aplikasi Telematika cq Dit.E-Business dengan Kanwil Pos setempat dan Pemerintah Daerah setempat dalam upaya mengembangkan usaha / perdagangan komoditi unggulan melalui perdagangan elektronik (e-Commerce), meningkatkan layanan Informasi dan pendidikan masyarakat.
Warmasif ditempatkan di Unit Bisnis kantor Pos setempat dan dikelola oleh Kantor Pos setempat.
:: Tujuan :: 
Mempercepat tercapainya Masyarakat Informasi Indonesia (MII) yangditargetkan tahun 2015 tercapai.
  1. Mempercepat dan menunjang tumbuh dan berkembangnya hasil pertanian, hasil kelautan dan usaha / perdagangan komoditas unggulan yang terdapat di wilayah setempat.
  2. Mengurangi kesenjangan akses masyarakat terhadap layanan informasi, pengetahuan dan komunikasi.
  3. Pendidikan masyarakat dan layanan informasi kesehatan dan layanan informasi lain-lain.
  4. Mempercepat terwujudnya Universal Service Obligation dalam bidang komunikasi dan informasi.
:: Sasaran ::
  • Mencerdaskan Bangsa, Memperlancar Usaha.
  • Pengetahuan kemiskinan.
  • Memperkecil Digital Divide. 
  • Masyarakat berbasisikan pengetahuan.

Apa Yang Dapat Diperoleh Pada Layanan E-UKM WARMASIF...?

  • Mempromosikan dan menjual produk secara global.
  • Membeli Produk dari daerah lain atau negara lain secara langsung.
  • Mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk semua bidang usaha
  • Transaksi elektronik yang dijamin oleh Kantor Pos seluruh Indonesia.
 Peran WARMASIF
  • Sebagai sarana Pengembangan Usaha.
  • Sebagai sarana Layanan Pendidikan Masyarakat.
  • Sebagai sarana Layanan Informasi kesehatan.
  • Sebagai sarana access Internet
  • Sebagai sarana Sosoalisasi Open Source.
(Sumber PT. POS Indonesia)
Posted by Unknown 12.59.00 1 comment

Sebagai Media Komunikasi masyarakat dalam memberdayakan diri

 Madiun-Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan  pribadi dan lingkungan sosialnya,serta berhak untuk mencari,memperoleh,memiliki,menyimpan,mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia ( Pasal 28 UUD 1945).
Dalam rangka menggunakan hak tersebut diatas,agar effektif dan effisien masyarakat dapat melaksanakan bersama-sama dalam suatu komunitas.
Untuk itu diharapkan dapat terbentuk Kelompok-kelompok Masyarakat Informasi ( KEMAS INFO ) oleh,dari,dan untuk masyarakat di setiap Wilayah Rukun Warga (RW) dimasing-masing kelurahan se-Kota Madiun.
Mengapa wilayah kerja KEMAS INFO adalah setingkat Wilayah kerja RW ?  sebab wilayah kerja RW tidak terlalu luas dan juga tidak terlalu sempit,sehingga aktifitas KEMAS INFO diharapkan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien serta memberi manfaat kepada masyarakat   lingkungannya.

Pengertian dari Kelompok Masyarakat Informasi ( KEMAS INFO ) di Kota Madiun, atau di daerah lain di sebut Kelompok Informasi masyarakat ( KIM ), adalah :

  1. Sekelompok masyarakat yang peduli terhadap Informasi sebagai kebutuhan sehari hari dalam mengembangkan pribadi dan lingkungannya.
  2. Suatu lembaga sosial di masyarakatyang dibentuk oleh, dari dan untuk masyarakat sebagai media komunikasi dalam memberdayakan diri dengan ruang lingkup wilayah Rukun Warga (RW).
  3. Kelompok Masyarakat Informasi (KEMAS INFO) berfungsi sebagai salah satu saluran infromasi dari pemerintahan kepada masyarakat, dan dari masyarakat kepada pemerintahan secara timbal balik. 
Kelompok Masyarakat Informasi (KEMAS INFO) dibentuk oleh, dari, dan untuk masyarakat di wilayah Rukun Warga (RW) memalui musyawarah masyarakat.
Susunan Organisasi KEMAS INFO secara sederhana dapat disarankan sebagai berikut : 
Penasehat : adalah tokoh masyarakat yang paling berpengaruh diwilayah kerja KEMAS INFO yang bersangkutan.
  • Ketua Merangkap Anggota : adalah seseorang yang dipilih secara demokratis dalam musyawarah masyarakat diwilayah kerja KEMAS INFO yang bersangkutan.
  • Sekretaris Merangkap Anggota : adalah seseorang yang dipilih berdasarkan kesepakatan antara Ketua terpilih dengan peserta musyawarah masyarakat.
  • Bendahara Merangkap Anggota : adalah seseorang yang dipilih berdasarkan kesepakatan antara Ketua terpilih dengan peserta musyawarah masyarakat.
  • Anggota-anggota terdiri dari : 
           1.Seksi Informasi Bidang Ideologi.
           2.Seksi Informasi Politik.
           3.Seksi Informasi Ekonomi.
           4.Seksi Informasi Sosial.
           5.Seksi Informasi Budaya.
           6.Seksi Informasi Pertahanan, Keamanan Negara.
Seksi 1 s/d 6 adalah orang-orang yang dipilih berdasarkan kesepakatan dalam musyawarah 
    
Wilayah Kerja KEMAS INFO di Kota Madiun adalah Wilayah Kerja Rukun Warga (RW), dengan  demikian setiap RW hanya ada satu KEMAS INFO dengan lahan garapan anggota masyarakat           diwilayah RW yang bersangkutan.

Proses pembentukan Kemas Info dilakukan dengan langkah-lagkah sebagai berikut :
  1. Adakan Musyawarah masyarakat RW yang bersangkutan (dapat menggunakan sistim perwalian) terdiri dari : pengurus RW, Perwakilan RT, tokoh masyarakat diwilayah RW/RT dan sebagainya.
  2. Musyawarah masyarakat dilaksanakan oleh suatu panitia musyawarah yang dibentuk oleh Ketua RW yang bersangkutan.
  3. Hasil musyawarah dituangkan dalam berita Acara yang memuat hari,tanggal,peserta musyawarah,dan nama-nama pengurus KEMAS INFO terpilih.Berita Acara ditanda tangani oleh Ketua Panitia dan diketahui oleh Ketua RW yang bersangkutan dilampiri daftar hadir peserta musyawarah.
  4. Berita Acara beserta lampirannya dikirim oleh Ketua RW kepada Kepala Kelurahan untuk diteruskan kepada Camat yang selanjutnya dikirim kepada Walikota Madiun melalui Dinas Infokom.
     Indikator eksistensi KEMAS INFO/ keberadaannya bermanfaat bagi masyarakat lingkungan apabila :
  • Terjadi pertemuan secara berkala minimal 1(satu) bulan sekali antara pengurus dengan masyarakat.
  • Dalam pertemuan ada informasi-informasi yang disampaikan oleh pengurus kepada masyarakat, dan sebaliknya ada informasi-informasi dari masyarakat yang ditampung oleh pengurus,
  • Informasi-informasi yang ditampung dari masyarakat disampaikan kepada Walikota melalui Dinas Infokom secara berjenjang.(WDR)     

Posted by Unknown 11.30.00 2 comments

  Menjawab tantangan di era keterbukaan informasi
 
 Madiun-Era keterbukaan informasi yang didorong oleh perkembangan teknologi informasi dan Komunikasi (TIK), menjadikan dunia seakan tanpa mengenal batas wilayah. 

     Manusia dengan mudah dan cepat dapat mengakses informasi yang dibutuhkan. Kondisi ini, apabila tidak diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia dalam memilah dan memilih informasi yang tersedia secara transparan berdampak pada kontra produktif dalam kerangka pembangunan di segala bidang.

   Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) memiliki peran strategis dalam upaya menjawab tantangan tersebut, karena KIM sebagai komunitas masyarakat informasi yang tumbuh dan berkembang di tengah – tengah kehidupan masyarakat khususnya di Indonesia merupakan masyarakat sadar informasi yang diharapkan dapat berperan menjadi fasilitator untuk menjembatani kesenjangan komunikasi dan informasi yang terjadi antara pemerintah dengan masyarakat (top down) atau sebaliknya antara masyarakat dan pemerintah (bottom up).

   KIM sebagai agen informasi, berperan aktif mendistribusikan informasi yang perlu diketahui oleh masyarakat, sehingga masyarakat dapat melakukan langkah antisipatif yang bermanfataan untuk menopang aktivitas mereka.(Kiki wdr)

Search